Waspada Cacing Di Sarden Kalengan, Begini Kata Menteri Kesehatan

Beberapa waktu lalu, publik digemparkan oleh kabar bahwa terdapat cacing di Sarden dan Makarel kalengan yang ada di pasar. Meski kabar semacam ini bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia, tetapi tetap saja membuat was-was. Terutama Sarden, yang belakangan kerap menjadi masakan alternatif ketika tidak memiliki lauk.

Bagi anda yang tidak mau repot dalam memasak, Sarden kalengan memang menjadi salah satu makanan cepat saji namun tetap sehat. Oleh karena itu, ikan kalengan ini menjadi sangat laris dipasaran. Akan tetapi, berita beberapa waktu terakhir terkait adanya cacing tersebut memang membuat masyarakat menjadi khawatir.

Cacing memang tidak bisa dianggap sepele. Meskipun bentuknya kecil, bisa sangat membahayakan tubuh. Cacing pita misalnya, jika berkembang biak di dalam tubuh akan sangat berbahaya dan bahkan bisa mengakibatkan kematian. Kebanyakan jenis cacing ketika masuk kedalam pencernaan akan tetap hidup dan berkembang.  

BPOM Tangani Sarden Kalengan Bercacing: 27 Merek Sarden Positif Megandung cacing

Karena kabar tersebut, pemerintah bertindak cepat. Di Makasar misalnya, penarikan terhadap produk sarden kalengan yang mungkin memiliki cacing sudah dilakukan. Bahkan penarikan terjadi pada hampir empat ribu sarden kaleng. BOPM memang berusaha bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini. Hal ini dikarenakan BPOM ingin menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat terkait dengan makanan yang beredar dipasaran.

Secara Umum, ditingkat nasional BPOM telah melakukan riset terkait dengan produk sarden kalengan yang mengandung cacing. Sedikitnya 27 merek ikan sarden kalengan telah dinyatakan positif memiliki kandungan cacing di dalamnya.

Adapun cacing yang dikandung dalam produk tersebut adalah jenis cacing parasite jenis Anisakis Sp. Cacing tersebut pertama kali ditemukan di wilayah Riau di dalam produk ikan makarel kalengan. Berawal dari temuan itulah BPOM menyisir produk-produk lainnya hingga ditemukan dalam 27 merek ikan kalengan tersebut. Awalnya hanya ditemukan pada tiga merek produk saja. Akan tetapi BPOM terus mengembangkan penyelidikan hingga saat ini.

Diatara 27 merek yang sudah dikatakan positif mengandung cacing, 16 diantaranya adalah ikan kalengan yang diimpor dari luar negeri. Sebelas lainnya merupakan produk dalam negeri. Beberapa diantaranya merupakan merek produk terkenal di Indonesia.

Hal tersebut tentu sangat mengakhawatirkan mengingat konsumsi masyarakat terhadap ikan sarden kalengan sangat banyak. Ditakutkan hal tersebut bisa berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Mengingat beberapa jenis cacing sangat berbahaya bila berkembang dalam tubuh masnusia.

Ini Kata Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek Terkait cacing Dalam Sarden

Keberadaan cacing dalam sadden dan makarel kalengan sangat mengkhawatirkan masyarakat Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek ikut angkat bicara terkait hal ini. Menkes mengatakan bahwa keberadaan cacing tersebut belum tentu berbahaya bagi mereka yang mengkonsumsinya. Jenis Cacing tersebut memang berbahaya. Akan tetapi, jika dimasak dengan tepat, cacing tersebut akan mati dan tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Meskipun begitu, Menkes tetap menghimbau masyarakat untuk berhati-hati. Pasalnya, belum tentu proses yang dilakukan produsen ikan kalengan telah melakukan sterilasi terhadap ikan dan membuat cacingnya mati. Selain itu, penting juga jika akan mengkonsumsi ikan makarel untuk dimasak terlebih dahulu.

Alapun sejauh ini temuan BPOM cacing yang ditemukan dalam 27 merek tersebut sudah dalam keadaan mati. Jadi, sangat kecil kemungkinan cacing tersebut untuk berkembang dalam tubuh manusia. Dengan begitu masyarakat yang pernah mengkonsumsi ikan sarden dalam kaleng tidak perlu khawatir berlebihan.